Saturday, January 22, 2011

Holla, I'm Back!

Baiklah, mari kita awali tulisan kali ini dengan menarik napas panjang...
*sigh*

Rasanya sulit sekali menaruh pantat di depan laptop dan mulai mengetikkan kata-kata. Ketika pada akhirnya gw berhasil melakukannya, gw malah bingung, apa yang kira-kira mau gw tulis ya? Hahaha. Belum apa-apa udah WB.

Well, karena udah cukup lama blog gw ini terlantar, mungkin untuk kali ini hanya update singkat aja. Hehehe.

Agak lucu sebenarnya saat membuka blog ini kembali, dan membaca post-post terdahulu. Rasanya gw  ingin tertawa saat membaca post Khilaf Wow. Sepertinya Tuhan mengabulkan doa gw. Gw beneran sakit loh. Hahaha. Haruskah gw bersyukur karena doa gw terkabul, ataukah ini seharusnya menjadi pelajaran buat gw agar berhati-hati dalam berbicara. Yah, keduanya juga bisa kok :-P

Eniwei, seminggu nggak pergi ke kantor lumayan juga. Gw menikmatinya…
*extremely big smile*
Yah, walaupun nggak sepenuhnya nikmat sih. Secara gw juga harus menahan rasa gatal yang ditimbulkan dari cacar air ini ( wow, gw kena cacar air 0_o;; ). Tapi sepertinya penderitaan gw ini sebanding dengan kenikmatan yang gw dapet. At least, gw berusaha untuk nggak ngeluh kan? Er… nggak ngeluh sering-sering maksudnya *big grin*

Yang jelas, sekarang gw udah sembuh, walaupun belum sepenuhnya sembuh. Mudah-mudahan Senin atau Selasa gw udah bisa kerja lagi. Gosh! Udah kebayang kerjaan yang kepending selama seminggu. *pingsan*

Saturday, September 25, 2010

Musafir dan Pintu

Beberapa hari yang lalu, seorang teman memasang status facebook berupa sebuah penggalan puisi yang membuat gw tertarik. Penasaran, gw pun bertanya, siapa penulisnya. Dia menyebutkan sebuah nama, Rahne Putri. Nama yang nggak familiar, paling tidak menurut gw. Maka, bertanyalah gw kepada The Mighty Uncle Google. Dan sampailah gw pada halaman ini Rahne Putri

Baca-baca, dan gw menemukan tulisan yang ngena banget. Gw sukaaaa >.< So, buat mbak Rahne Putri, ijin kopas yaaa.. :D


MUSAFIR DAN PINTU

Pernah suatu waktu, seorang musafir yang kesepian berkata padaku “kau tak punya pintu hati”

Wahai musafir, pintuku terbuka, selalu kubuka. Namun ia berada di balik terjal dan tebalnya dinding.

Aku membangun tembokku terlalu tinggi, terlalu kokoh. Terperangkapku dalam sepi yang kubangun sendiri

Terserah musafir, apakah kau berlalu seperti mimpi, atau mencoba memanjat dan membongkar dengan tangan sendiri. Untuk masuk di kuil hati.

Dan disinilah aku, berdiri tepat di belakang pintu. Bersiap menyambutmu, yang mana derap langkahmu telah terdengar, dan parasmu membuatku gusar.

Setelah itu. Mari kita terpenjara berdua.

Dalam rasa

Selamanya

Thursday, August 26, 2010

No more Serie A This Season. Damn!

Hhhh…
Gemes rasanya saat ini. Gemeeeessss banget. Musim ini gw nggak bisa nonton Milan lagi. Cakep banget deh. Setelah beberapa tahun nggak terlalu ngikutin Milan, tahun ini gw malah nggak bisa nonton sama sekali. Cuma ngarepin siaran Champion aja. Itu pun kalo Milan ditayangin. Huhuhu. Sedih.
Ini semua karena nggak ada lagi stasiun tv lokal yang nayangin Seri-A Italia. Kenapa? Bisa jadi karena hak siarnya terlalu mahal. Atau juga karena Seri-A sedang turun pamor. Tahun kemaren pun stasiun tv lokal hanya menayangkan beberapa laga, dan tidak menayangkan laga big match. Tahun sebelumnya lagi malah hanya ditayangkan setengah musim, karena stasiun tv lokal yang bersangkutan bermasalah.
Coba bandingkan dengan dulu-dulu. Jaman gw SMA, jaman masih maniak banget sama bola. Setiap minggu gw beli tabloid Soccer, tiap minggu nggak pernah ketinggalan nonton Milan. Hapal semua pemain, nomor punggung, Negara asal, blahblahblah. Sekarang? Boro-boro. Gw nggak familiar dengan pemain-pemain baru. Nggak apal posisi-posisi mereka. Ahh, payah. Gimana bisa disebut Milanisti?
Yah, sudahlah. Daripada gw capek-capek meratap nggak guna. Mending gw  berdoa, semoga tahun ini Milan bisa Berjaya. Semoga tahun ini kami nggak perlu puasa gelar lagi. Semoga kami bisa mengalahkan tetangga kami. FORZA MILAN!!!

Note: weekend ini seri A mulai, dan gw hanya bisa pasrah. Huks.

Monday, August 23, 2010

Khilaf

"Mau dong sakit, biar bisa istirahat di rumah..."

Tiba-tiba kalimat itu terlontar begitu aja dari mulut gw, pas ngeliat kakak gw yang lagi sakit. Kejadiannya tadi, pas baru pulang. Baruuu aja masuk rumah. Dan setelahnya, setelah komentar-komentar dari bokap nyokap, gw langsung merasa bodoh banget. 

Gw seperti manusia yang nggak tau terima kasih. Udah dikasih sehat, udah dikasih kerjaan, udah dikasih rizki yang nggak pernah putus, tapi masih aja ngeluh. Malah minta celaka. Cuma karena capek, gw langsung lemah begitu. Langsung bicara yang nggak-nggak gitu. Gw seperti lupa bersyukur. Padahal nyokap udah sengaja nyambut gw di depan pintu sambil bawain teh hangat buat buka puasa.

Menyesal. Asli. Malu banget udah bicara kaya gitu. 
Duh Gusti, nyuwun ngapuro sanget. 
Semoga gw bisa lebih menjaga mulut gw ini. Semoga gw bisa lebih kuat, nggak lemah, dan lebih mensyukuri apapun yang udah Tuhan kasih. Amin.

Friday, August 20, 2010

Dalam Diam

Tahukah kamu?
Aku selalu memperhatikanmu.
Saat berbicara.
Berjalan.
Tersenyum.
Tertawa.
Merajuk.
Pun saat kamu asik dengan perempuanmu.
Tentu saja, dalam diam :)

(untuk kalian yang pernah menarik perhatianku)