Thursday, May 23, 2013

Menuju Dua Enam

Di Dua Enam, aku tak perlu meminta umur panjang.
Di Dua Enam, aku tak perlu memohon selalu sehat.
Aku hanya berharap, akan ada senyum yang lebih banyak, lebih lebar, di Dua Enam.
Semoga.

Monday, April 01, 2013

Payung Teduh - Mari Bercerita

Bulan lalu, saat sedang berYoutubing-hore tentang Payung Teduh, nggak sengaja menemukan satu lagu baru (nggak baru-baru amat, saya aja yang telat :|) judulnya Mari Bercerita. Lagunya, ennaaaaaak! >_< yah, bukan sesuatu yang mengejutkan, lagu mereka memang enak semua sih yaa.. :P

Sekali dengar, langsung Googling untuk berburu lirik. Dan nggak nemu :(

Akhirnya dengan berbekal pendengaran pas-pasan (halah), saya coba mencatat sendiri. Hasilnya...

Mari Bercerita
Seperti yang biasa kau lakukan
Di tengah perbincangan kita
Tiba-tiba kau terdiam
Sementara ku sibuk menerka
Apa yang ada dipikiranmu
Sesungguhnya berbicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Mungkin tentang ikan paus di laut
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah
Sungguh bicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja
Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang
Telah lama kutunggu
Kuingin berdua denganmu
Biar pagi datang setelah aku memanggil terang
Hai pencuri kau, terang!

(dicatat disela kerjaan yang menumpuk, dan berulang kali me-replay video. Mungkin aja nggak sesuai dengan lirik aslinya. Maafkaann >_< )
Link Youtube untuk lagu Payung Teduh - Mari Bercerita

Friday, March 29, 2013

My Old Organizer: drawing

Beberapa waktu lalu saat sedang membongkar lemari buku, saya menemukan organizer lama yang sempat terlupakan. Covernya saya ganti dengan gambar Samurai X yang diprint dengan tinta warna yang sekarat. Makanya warna yang keluar hanya hijau dan kuning. Hahaha.

Saat saya buka, halaman pertama langsung berisi gambar-gambar yang saya buat dulu. Hampir semua bertema Harry Potter. Saya contoh dari bukunya, majalahnya, dll. Coretan-coretan menggunakan pensil dan tisu untuk membuat arsirannya. Maklum tangan saya berkeringat, jadi harus dengan bantuan tisu.

Saya masih ingat betapa saya menjadi sangat sangat perfeksionis saat membuatnya. Semacam tidak-mirip-berarti-jauh-dari-sempurna. Detail lekukan, detail garis, detail titik, dan detail-detail yang lain. Hasilnya? Voila~ walaupun nggak bagus-bagus amat, tapi saya puas :)

Gambar ini saya buat dalam skala yang lebih besar daripada gambar aslinya. Sayang saya nggak mencantumkan tanggal pembuatannya. Hiks. Mungkin sekitar tahun 2004/2005. Lupa :P


Thursday, March 28, 2013

Payung Teduh : Dunia Batas

Ketika pada akhirnya saya membeli CD ini, kata pertama yang keluar adalah, "akhirnyaaa.." seraya tersenyum lebar. Setelah selama ini hanya mendengar lagunya lewat mp3, saya, yang sangat menyukai lagu-lagu mereka, merasa sangat kurang ajar kalau sampai tidak membeli CD aslinya.

Warnanya hijau lembut dengan gambar pohon yang terlihat teduh (sukaaaa!). Dan begitu dibuka, langsung terlihat sebuah foto kaca yang basah terkena rintik hujan dilengkapi tulisan yang berbunyi: 

Hujan turun..
Ada yang malu..
Berbisik dalam kerinduan yang fana..
Dia berkata, jangan datang terang dan terik..
Biarkan fana ini bertahan sejenak..

Kemudian pada bagian kumpulan liriknya terdapat tulisan pembuka berbunyi:

Malam lalu pagi..
Siang lalu senja menyusul..
Sungguh peralihan yang sangat indah..
Dan manusia merangkum dalam kata..
Dengan hati-hati.

Manusia merangkum kata-kata. Seperti halnya saya yang terkadang merangkum cerita. Karena Payung Teduh adalah sepaket lagu dengan keindahan lirik dan alunan musik yang merdu. Nikmati saja :)
(membeli CD ini memaksa saya mengeluarkan kembali mini compo kesayangan saat kuliah dulu. Hohoho!)


Wednesday, March 20, 2013

Memeluk Malam

Menemukan nyaman saat terbaring di atas lantai yang dingin. Dengan satu-satunya cahaya berasal dari lampu jalanan.
Ramai sekali sepertinya. Teriakan anak kecil yang bermain di bawah sana. Suara adzan dari pengeras suara masjid yang memecah malam.
Lalu hening lagi.
Nyanyian jangkrik dan berbagai macam binatang malam di hamparan ilalang. Merdu di kegelapan. Hingar yang tenang.
Masih di lantai yang keras ini, perlahan aku terpejam. Menikmati bayu yang berhembus lembut. Pikiran berkelana.
Nyaman.

(17.03.13)