Wednesday, June 09, 2010

Mau Belajar Motor! Kayaknya...

Iya bener! Tapi... masih kayaknya. Hehehe. Eh tapi nggak ah, beneran mau belajar, perlu sih. Bukan apa-apa, sebenernya gw juga nggak mau nambah-nambain polusi yang ada bumi tercinta ini (ciyeee). Gw akan lebih memilih naik kendaraan umum, daripada motor yang udah nyumbang polusi banyak banget. Tapi masalahnya adalah, angkot yang lewat di depan kantor kalo malem jarang (atau malah nggak ada?). Kan jadinya ribet juga kalo pulang malem. Mau minta jemput, susah juga kalo sekeluarga pulang malem semua. Huhuhu.

Euh...
Itu kebenaran, kan? Bukan pembenaran? Kan? Kan? *maksa*

Yang jelas, kalo udah bisa naik motor nanti, semoga aja gw nggak bakal darah tinggi, cuma gara-gara marah-marah mulu ngadepin angkot rese. Heuheu. Yang penting sekarang bisa ngendarain dulu deh. Mari belajar! YOSH!

Sunday, June 06, 2010

Novel: Karena Kita Tidak Kenal


Penulis          : Farida Susanty
Penerbit        : Grasindo 2010
Jumlah hlm   : 199 hlm, 16 judul
Harga           : Rp 39.900


Baru aja menyelesaikan novel terbarunya Farida Susanty (novel sebelumnya, “…dan Hujan Pun Berhenti” menjadi best seller). Gw coba review sedikit, walaupun sebenernya gw nggak jago ngereview.

Novel yang berjudul “Karena Kita Tidak Kenal” ini merupakan kumpulan cerpen yang bertemakan sama, yaitu: Orang Asing. Bukan, maksudnya bukan bule atau turis asing, orang asing di sini maksudnya adalah orang yang tidak kita kenal. Semua-mua tentang orang asing. Entah itu orang yang ingin kenal dengan banyak orang asing, orang yang merasa asing dengan Tuhannya, atau orang yang merasa asing dengan dirinya sendiri. Tema yang menarik, kan?

Isinya ada enam belas judul. Ide ceritanya satu-dua memang sudah pasaran, tapi gw tetep enjoy bacanya. Dan beberapa ceritanya agak-agak suram, gelap. Nggak jauh berbeda dengan novelnya yang pertama.

Ada 3 cerita yang jadi favorit gw.
# 5 Rahasia
Seorang remaja merasa tertekan karena sebuah rahasia yang tidak bisa ia bicarakan dengan orang-orang terdekatnya. Tapi, di kereta menuju Jakarta, dia dan seorang asing saling membagi rahasia-rahasia mereka, yang tidak pernah mereka bicarakan pada orang-orang yang mereka kenal.

Cerita ini mirip sama gw. Bukan rahasia si remaja dalam cerita ini, tapi perasaan yang di alami oleh si remaja. Gw yang introvert, hampir selalu nggak pernah cerita tentang rahasia-rahasia gw ke temen-temen gw. Atau bahkan ke keluarga. Nggak ada yang benar-benar tau siapa gw. Tapi beberapa kali, gw ceritain rahasia gw ke temen dunia maya gw. Mereka mungkin bukan orang yang benar-benar asing, tapi tentu saja mereka asing dengan orang-orang dalam cerita gw. Mereka pun asing dengan kehidupan nyata gw. Bisa dibilang setengah orang asing (duh aneh banget bahasa gw).

# Pemakaman
Bagaimana rasanya pemakaman yang penuh orang asing?

Baca cerita ini gw jadi merinding. Betapa menyedihkan menjadi orang yang dibenci oleh orang banyak. Sampai-sampai muncul pemikiran untuk mengundang orang-orang asing agar ada yang datang saat dia meninggal nanti. Hiih.


# 15 Alice in Wonderless Land
Tentang seorang perempuan bernama Alice, yang sudah bosan dengan hidupnya. Ia menerima selebaran tentang sebuah program yang bisa membantu orang untuk menjadi orang asing lagi di dunia ini, mengubah pandangannya dalam memahami dunia.

Pesan dari cerita ini sampe banget ke gw. Jika kamu bosan dengan segala rutinitas yang sama setiap harinya, nggak ada hal yang baru, yang perlu kamu lakukan hanya ‘menciptakan jalan baru’ sendiri. Lihatlah dari sisi yang berbeda, maka akan kamu temukan sesuatu yang benar-benar baru.

“Ambil jalan yang ‘salah’. Belok di tempat yang biasanya kamu tidak pernah belok. Tidak ada satu garis membosankan yang harus kamu ikuti sepanjang hidup. Tidak ada tempat khusus yang harus kamu datangi dengan cara yang ditentukan. Beloklah. Telusurilah jalan-jalan aneh itu. Jadilah orang asing lagi!” (Badut kepada Alice, hlm 188)

Cerita-cerita selebihnya, silahkan baca sendiri, cukup gw rekomendasikan. Hahaha.

(btw, ilustratornya ternyata Laff anak HPI, yang FF-nya berjudul Hogwarts Online adalah salah satu FF favorit gw. Wow!)

Sunday, May 30, 2010

Adakah satu bidang yang paling kamu kuasai?

Begitu tanya seorang pewawancara minggu lalu. Jawabannya simpel saja: Tidak Ada. Dan kenyataannya memang seperti itu. Bahkan fotografi yang jadi salah satu hobi gw pun nggak gw kuasai.

Waktu kecil, gw suka banget gambar, mainin warna-warna, sampai-sampai gw punya cita-cita jadi pelukis. Waktu itu, pengen banget rasanya ikut les melukis, mempelajarinya dengan serius. Tapi nggak ada tanggapan dari orang tua. Yah, mereka kan sibuk, dan mungkin juga terbentur masalah biaya. Dan akhirnya, gw cuma jadi bocah kecil yang kerjaannya main doang, keluyuran naik sepeda entah kemana. Bener-bener nggak keurus.

Jaman SMA kelas 2, gw pengen masuk IPA di penjurusan kelas 3, supaya kuliah nanti bisa ngambil Biologi atau Astronomi. Wow, jauh banget ya dengan jurusan yang akhirnya gw ambil. Tapi jujur aja, dari SMP gw memang teramat suka mempelajari tentang alam, dunia hewan, tumbuh-tumbuhan, dan tata surya (entah itu bintang, planet, galaksi, dsb). Tapi, pertanyaan yang keluar dari nyokap adalah, “mau jadi apa kalau sudah lulus nanti?” Sepertinya nyokap masih memandang sebelah mata sama jurusan-jurusan yang kurang populer seperti itu. Belum lagi kuliah di jurusan yang gw mau pasti mahal, lagi-lagi terbentur masalah biaya (dan bodohnya, gw sama sekali nggak kepikiran masalah beasiswa T_T).

Apa gw kurang memperjuangkan keinginan gw? Mungkin juga. Yang jelas, waktu itu gw hanya berpikir ingin kuliah, tanpa harus menyusahkan orang tua. Gw pun mengurungkan niat gw untuk mengambil kedua jurusan itu. Dan wali kelas gw, yang adalah guru Biologi, menyayangkan keputusan gw yang akhirnya memilih masuk IPS. Nilai Biologi gw yang bagus pun akhirnya sia-sia.

Jadi sepertinya selama ini gw nggak pernah punya kesempatan untuk mengembangkan, mempelajari lebih dalam sesuatu yang gw suka yah. Hahaha. Harapan gw adalah, untuk kali ini, gw juga nggak kehilangan kesempatan untuk menekuni dunia fotografi. Mungkin bukan sebagai profesi, cukup hanya sebagai hobi. Biar paling tidak, ada satu bidang yang gw kuasai, dan gw menyukainya.

Kerja, menabung untuk membeli DSLR, kalau bisa ambil sekolah fotografi, terus bisa lolos jadi Humas DepBudPar (yang ini sulit syekaliii >.<), jadi bisa kerja sambil hunting. Err... terlalu muluk agaknya ^^a

Saturday, July 04, 2009

Melankolia

Udah sebulan ga update blog, update dikit ahh. Berhubung gak tau mau nulis apa, gw tulis lirik lagu aja deh. Lagu dari band indie yang lagi gw suka baget, Efek Rumah Kaca. Judulnya Melankolia. Lagunya suram, kelam, mangtaps dah. Liriknya begini:

Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah

Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi

Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati

***

Kalo mau denger lagunya, bisa diklik di sini ^^
(berhubung ni warnet kaga ada headsetnya, jadi gw ga bisa ngetes mp3nya bisa ato kaga *grin*)

Saturday, June 13, 2009

Exploring Condong Island

Kemaren, tepatnya 10 Juni 2009, gw sama temen-temen gw, Iis-Rere-Army, pergi ke Pulau Condong. Pulau Condong itu bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan perahu motor dari pantai Pasir Putih, yang ada di daerah Panjang, propinsi Lampung. Ga jauh dari PLTU Tarahan. Rencana ini sebenernya udah dibikin dari berbulan-bulan lalu tapi baru kesampaian sekarang. It was really really really fun. Kurang puas malah, kurang lama. Hahaha.


And I’m telling you, Condong is a really-damn-beautiful island. Aaaargh! Gw selalu dibuat takjub sama pantai dengan pasir putih dan air yang jernih *guling-guling*. Pasir putihnya lembut banget, pantainya sepi banget, air lautnya jernih banget, juga asin banget (iyalah!). Kita nyampe di pulau sekitar jam 12, dan ngerencanain pulang jam 3 sore (tuhkan bentar banget!). Dan yang paling menyenangkan adalah, KITA BERHASIL MENGELILINGI PULAU!!! Yeah!


Oke, jadi gini ceritanya. Pas baru sampe, kita langsung main air, poto-poto, dsb dst. Trus sekitar jam 1, Iis ngusulin untuk memulai misi mengelilingi pulau (tsaaah). Sebelumnya dia udah pernah ngelilingin, jadi ceritanya dia jadi guide lah. Kita mulai ngelilingin berlawanan arah jarum jam. Rada susah medannya, batu karang licin dan tajam. Ada karang bolong juga. Pokoknya misi mengelilingi pulau dapat diselesaikan selama kurang lebih 2 jam, mungkin bisa lebih cepat kalo ‘grammy’ gak rewel (*dicekek Army*). Tapi emang rada susah sih jalannya, soalnya jalan setapaknya udah penuh semak, yang berarti kita bener-bener cuma bisa lewat karang. Untung pas lagi surut *elap jidat*.


Secara keseluruhan, gw bener-bener seneng. Otak gw seger lagi. Bisa bertahan berapa lama yah segernya? Hahah. Jadi pengen ke sana lagi… Pulau Tangkil udah. Pulau Condong juga udah. Berikutnya apa? Katanya dari Pantai Ringgung ada pulau yang lebih bagus lagi (Pulau Tegal). Ke sana nyooooook!!! Trus-trus ke Danau Ranau? Ke Pantai Krui yang bagusnya nyaingin Bali? Aaaahhhh pengen jalan-jalan ke semuanya…


Btw, ini oleh-oleh dari Pulau Condong. Take a look…



mendekati pulau condong


pasir putih dan laut biru kehijauan


bening banget kan?


karang bolong


di tebing dekat karang bolong


banyak terumbu karang (ga keliatan yah?)


sepiiiiiiiii


pulau condong yang bentuknya kaya helm/kubah itu


nb: ternyata di pulau ini masih banyak monyet liarnya lho!