Sunday, February 03, 2013

Dinding dan sesuatu bernama Hati

Ia terkejut, ketika pada akhirnya menyadari bahwa dindingnya telah selesai dibangun.
Dinding yang pernah runtuh itu, kini berdiri kokoh lagi.
Jauh lebih tinggi.
Jauh lebih kuat.
Jauh lebih tebal.
Kesadaran yang muncul saat seorang asing datang melewati sisi-sisinya.
Sayang sekali, apa yang bersembunyi di dalamnya tak sekokoh dindingnya.
Rapuh.
Terlalu lelah dipermainkan kecewa.
Terlalu muak dengan waktu.
Terlalu marah dipecundangi mimpi.
Lalu ia terdiam. Kehilangan kemampuan mengubur apa yang telah mati: impian. Lalu ia terdiam.

(03.02.13)

Tuesday, January 29, 2013

Unsent

Selamat ulang tahun untuknya yang sekarang entah di mana..
Selamat bertambah umur untuknya yang kuharap baik-baik saja..
Serangkaian doa dan maaf yang tak berhenti mengalir..
Dan semoga Tuhan menjaganya selalu..
Amin.

Saturday, January 26, 2013

Senja Dari SGA

Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.
(Sepotong Senja Untuk Pacarku)

Tapi langit yang semburat kemerah-merahan itu hanyalah sebuah janji yang sebaliknya. Setiap detik terjadi perubahan warna, dari merah yang membara sampai memancar keemas-emasan ketika matahari mestinya telah terbenam. Mereka tak bisa melihat matahari di balik gedung. Senja yang keemasan-emasan itu kemudian dengan pasti menggelap, semakin gelap, dan menjadi malam.
(Hujan, Senja, dan Cinta)
 
Kita sama-sama tahu, keindahan senja itu, kepastiannya untuk selesai dan menjadi malam dengan kejam. Manusia memburu senja kemana-mana, tapi dunia ini fana Sukab, seperti senja. 
(Jawaban Alina)

Kulihat cahaya senja seperti jalinan lembut benang-benang emas yang terpancang, dari matahari langsung ke jendela, ke dinding, ke pohon, dan ke daun-daun. Seperti garis-garis, seperti balok-balok, seperti tiang-tiang yang direbahkan. Rasanya baru sekali ini aku melihat cahaya berleret-leret begitu nyata, seolah-olah benda padat yang bisa dipegang.
(Matahari Tidak Pernah Tenggelam di Negeri Senja)

Senja adalah semacam perpisahan yang mengesankan. Cahaya emas berkilatan pada kaca jendela gedung-gedung bertingkat, bagai disapu kuas keindahan raksasa. Awan gemawan menyisih, seperti digerakkan tangan-tangan dewa.
(Senja dan Sajak Cinta)

---------------

Kumpulan Cerpen oleh Seno Gumira Ajidarma

Tuesday, January 22, 2013

Sekelumit Tentang Hujan di Januari

Banyak basah di bulan Januari.
Terlalu banyak malahan.
Jatuh.
Mengalir.
Menggenang.
Hujan yang ramah.
Hujan yang marah.
Hujan yang resah.
Hujan yang basah.
Dedaunan.
Jalanan.
Kaca mobil.
Mata.
Basah.
Hujan bilang, berhenti berkeluh kesah. Buka payungmu. Menarilah.
Hujan bilang, berhenti berkeluh kesah. Seka pipimu. Berlarilah.
Hujan bilang, berhenti berkeluh kesah. Nanti juga rindu. Nikmatilah.
Hujan di bulan Januari, menelan setiap cerita yang terbawa angin. Menelan begitu saja.

(22.01.13)

Wednesday, January 16, 2013

Teruntuk Senja Yang Jingga

Selamat datang senja..
coba ceritakan padaku,
siapa yang telah membuatmu bahagia,
hingga merah merona di barat sana.
Selamat sore senja..
lihatlah, mereka pun ikut tertawa,
melihatmu menangis bahagia,
sejenak lupa akan duka.
Terima kasih senja..
karenamu aku rela kehilangan terang,
untukmu aku rela mengacuhkan luka,
yang aku tahu kau selalu menanti seraya tersenyum.
Sampai jumpa senja..
esok hari, bagikan lagi jinggamu untukku ya :)

-16.01.13-